Follow Us @whanifalkirom

Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2014

Cold Eyes

00.42 0 Comments

Genre : Aksi, Drama, Kejahatan
Tanggal Rilis Perdana : 04 Juli 2013 (Korea Selatan)
MPAA Rating : Bimbingan Ortu
Durasi : 118 min.
Studio : Next Entertainment World
CAST & CREW
Sutradara : Jo Eui Seok, Kim Byeong Seo
Produser : Lee Yu-jin
Penulis Naskah : Jo Ui-seok
Pemain :  Seol Kyeong Gu, Jeong Woo Seong, 
Han Hyo Joo, Jin Kyeong, Junho, Lee Dong Jin

(Sumber : Wowkeren.com)


(Dulu), Saya penggila drama Korea (tingkat akut mungkin). Semenjak SMP, kenal pertama kali dengan judul “My Girl” yang tayang di salah satu stasiun televisi, saya langsung tertarik mengikutinya. Meskipun waktu itu, melewatkan banyak episode (karena berebut stasiun tv dengan kakak, dan kalah), ya, jadinya tidak tahu persis detail alur cerita. Kemudian, dikenalkan kembali dengan judul lain saat SMA, “Boys Before Flowers”. Karena SMA tinggal di kost bersama kawan-kawan (yang sebagian besar juga penggemar drama Korea), tentunya saya lebih intens menonton daripada sebelumnya. Setelah itu, terpikat dengan drama “Prosecutor Princess”, yang meskipun sedikit sekali episode saya tonton, tapi ternyata masih teringat saja ni bagian-bagian ceritanya sampai sekarang. Ckckck
Alhasil, setelah kuliah, dan mempunyai netbook sendiri, begitu leluasa hati. “My Girlfriend Is Gumiho” – “Secret Garden” – “Love Story In Harvard” – “Love Rain” – “King To Heart” – “The Moon The Embraces Te Sun” – “Rooftop Princess” – “Heartstring” – “All About My Romance” – dan berderetderet judul lainnya.
Akhir-akhir ini, Alhamdulillah, sedikit memudar. Meskipun (masih) mengikuti, seperti “The Winter The Wind Blows” atau “The Heirs” atau “Marry Him If You Dare” tapi saya tidak full menontonnya. Kali ini dipercepat. Saat biasanya butuh 16 jam untuk mengahabiskan, sekarang cukup satu sampai dua jam. Atau Menonton satu episode awal, dan berikutnya bertanya sama teman bagaimana kelanjutan cerita. Atau, cukup membaca sinopsis bagian awal dan akhirnya. *Yeay
(Sekarang) masih proses, supaya tidak sekedar pudar keinginan nonton itu, tapi supaya tidak sama sekali.  Boleh lah tahu, tapi tidak untuk dikonsumsi. #ApaSichManfaatnyaDramaKorea? Boleh kawan, berbagi saran dan nasehatnya ^_^

Tapi kali ini, saya suka sama film (masih Korea), dengan judul Cold Eyes. Nah, beginilah sinopsisnya... *Pengantarnya panjang banget, kurang nyambung lagi


Ha Yoon Ju, seorang perempuan yang sedang dilatih untuk masuk menjadi anggota baru Kepolisian unit kriminal khusus Korea. Menjadi mata-mata dan mengikuti setiap gerak-gerik rekan unit tersebut, sebagai ujian, dan sempurna. Ia berhasil menunjukkan gerak orang yang diikuti tepat bersama jam dan durasi waktunya.

Selamat bergabung Ha Yoon Ju. Ia bersama timnya bertugas mengawasi penjahat kelas tinggi, dan saat itu dihadapkan pada sebuah kasus pencurian bank, dimana dalang pelakunya adalah penjahat profesional dan berpengalaman.

Kinerja dimulai. Koordinasi yang tepat bersama tim, aturan main yang tidak boleh dilanggar, penempatan lokasi yang sesuai, serta keterpaduan antara anggota di lapangan beserta di kantor, semua telah siap. Rencana matang.

Setelah perjuangan keras, bahkan salah satu anggota tim meninggal dalam bertugas, akhirnya dalang pelaku pencurian bank tersebut tertangkap dan tertembak. Meskipun beberapa waktu sempat terhenti karena konflik internal, tetapi mereka kemudian menyadari harus tetap bergerak dan bekerjasama. Yah, begitu seterusnya. Tetap mengawasi kegiatan para penjahat, menarik tali peristiwa dari satu tersangka untuk menangkap tersangka lainnya.

Sabtu, 28 September 2013

Miracle In Cell No 7

06.45 1 Comments


Lee Yong Go – Sebagai seorang ayah, tentu sangat mencintai dan bertanggung jawab terhadap putri kecilnya (Ya Seung), meskipun dia sendiri menderita kelainan mental.
Suatu hari, karena Ya Seung sangat menginginkan tas sailor moon, ia mengikuti seorang anak perempuan menuju toko yang menjual tas tersebut. Namun, di tengah perjalanan, si anak terjatuh dan meninggal dunia. Kejadian itu membawa Lee Yong Go masuk penjara dengan tuduhan penculikan, pembunuhan, serta pelecehan seksual anak.
Kasus belum selesei hingga Ya Seung dewasa. Alasan satu-satunya Lee Yong Go tak mengungkapkan kejadian faktanya, adalah demi keselamatan Ya Seung dari ancaman kepala polisi (juga merupakan ayah si anak perempuan yang meninggal).
#Orangtua.....Memang selalu berkorban untuk anak-anaknya

Bee Movie

06.15 0 Comments

"Bahwa sekecil apapun pekerjaan jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh maka akan sangat berarti"
(Iseng nich, lagi banyak nganggur. Akhirnya bertahun-tahun film disimpan, ditonton juga, *efek nggak ada pilihan lain* )
Lebah menggugat manusia. Benar-benar tidak masuk akal ini film (kartun pula*nggak suka). Tapi ada pelajaran yang bisa kita ambil si sebenarnya^-^
Intinya, dari hasil pelarian diri masuk ke dunia manusia, seekor lebah merasa bahwa madu yang dhasilkan atas kerja & jerih payah selama ini telah dicuri oleh manusia. Lalu, memutuskan untuk mengajukan gugatan, hingga berhasil! Manusia tidak lagi mengkonsumsi madu, semua yang beredar di toko disita habis. Lebah tak lagi perlu bekerja keras -_-
Namun, apa yang terjadi? Para lebah merasa bosan dan tak tahu apa yang harus dikerjakannya. Bunga-bunga tak lagi bermekaran indah karena tak ada lagi yang membantu penyerbukannya. Layu, Suram.............
***
Nah, hikmahnya, bekerjalah dengan cinta J Tak perlu banyak mengeluh, cukup lakukan yang terbaik. Karena apapun yang kita kerjakan, ada hal baik yang selalu menyertainyaa^_^ 

Kamis, 14 Februari 2013

Beautiful Mind

10.27 2 Comments

Merupakan film cerminan dari kisah nyata, John Nash. Ilmuwan matematika, yang (tentunya) sering utak-atik angka. Jenius tapi apatis. Menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Princeton, dengan beasiswa. Tidak menyukai kuliah dalam kelas, karena baginya sia-sia, mengekang kreatifitas, dan menyebabkan otak tumpul. Lalu, ia menyukai belajar secara otodidak, lebih banyak meluangkan waktu di luar untuk memahami dan memecahkan masalah dengan pemikirannya sendiri.
Dan ternyata... Ia mengidap penyakit gangguan jiwa (schizoprenia), tak bisa membedakan antara halusianasi dan kehidupan nyata. Halusinasi, dengan merasa bahwa dirinya terlibat dalam konspirasi militer tingkat tinggi. Ia berada dalam keanggotaan rahasia (intel) departemen pertahanan AS yang sedang melakukan spionase ataupun pelacakan terhadap rencana pemboman yang dilakukan oleh Rusia.
Schizoprenia, dengan gejala paranoid terhadap lingkungan sekitar, tak ada obat yang mampu menyembuhkan. Hingga istrinya, Alicia, datang dengan kasih sayang dan dukungan, melakukan dekonstruksi ulang terkait fantasi yang diderita, dengan ketekunan ; kesabaran; John Nash dapat kembali ke kehidupan semula. Mengabaikan seluruh fantasi, khayalan, dan halusinasi yang tiap akali hadir mengganggu. Akhirnya, bangkitlah menjadi seorang John Nash luar biasa, peraih nobel dalam bidang ekonomi 1994.
--Selamat Menonton--

Sabtu, 05 Januari 2013

The Secret

11.30 0 Comments
“Bila anda mengalami rahasia ini, apapun yang anda inginkan akan terpenuhi. Kebahagiaan, kekayaan, kesehatan. Anda bisa memiliki, melakukan, dan menjadi apa saja. Kita dapat memiliki apa saja yang kita pilih, tak peduli betapa besarnya keinginan itu. Ini adalah rahasia besar kehidupan, dan rahasia itu adalah hukum ketertarikan. Semua yang terjadi dalam hidup anda, anda yang menariknya ke dalam hidup anda. Dan itu semua ditarik oleh kesan - kesan kebijakan yang ada dalam pikiran anda. Ini adalah apa yang anda pikirkan. Tahukah anda? Apa yang ada dalam pikiran anda, anda akan menarik pada diri anda. PIKIRANMU adalah NYATA”.
Itu sebagian ulasan dalam buku the secret (juga dalam film the secret). Betapa besarnya kekuatan sebuah pikiran. Ciptakan kebahagiaan kita, dengan selalu berpikir positif J J J


Kamis, 03 Januari 2013

Les Choristes

22.07 0 Comments
Menceritakan sebuah sekolah asrama di Perancis bernama “Fond De L’Etang” yang murid-muridnya sulit diatur & nakal. Mereka biasa merokok meskipun dilarang, mencuri, mengerjai seorang pembersih jendela, merusak fasilitas, atau bermain lempar-lemparan di dalam kelas.
Sekolah tersebut dikepalai oleh Rachin, seseorang yang tegas, keras, dan kejam. Prinsip yang digunakan adalah ada aksi ada reaksi, dimana seorang murid melakukan kesalahan akan dihukum. Jika tidak diketahui pelakunya maka semua murid mendapat sanksinya, atau bahkan menuduh sembarangan tanpa bukti yang jelas. Hukuman yang diberikan bukan hukuman ringan, sebagai contohnya dikunci dalam ruangan yang gelap selama beberapa hari & tidak menerima pengunjung, menerima pukulan dan cambukan, di skors untuk tidak mengikuti pelajaran, membersihkan rumah asrama selama 2 minggu, dan lain sebagainya.