Follow Us @whanifalkirom

Tampilkan postingan dengan label Lirik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juli 2018

Lirik (4) : Kasih Sayang

04.40 0 Comments

Kasih Sayang
(Raihan)

Kasih Sayang Itu Titi
Kasih Sayang Penghubung Hati
Kasih Sayang Itu Tali
Kasih Sayang Pengikat Diri

Dari Kasih Timbul Simpati
Dengan Sayang Ada Persaudaraan
Kerana Kasih Ingin Berbakti
Saling Sayang Ma'af Mema'afkan

Kasih Sayang Itu Baja
Kasih Sayang Penyubur Jiwa
Kasih Sayang Itu Penawar
Penguat Cinta Penghapus Duka

Kasih Manusia Sering Bermusim
Sayang Manusia Tiada Abadi
Kasih Tuhan Tiada Bertepi
Sayang Tuhan Janji-NYA Pasti

Tanpa Kasih Sayang Tuhan
Tiada Simpati Tiada Persaudaraan
Tanpa Kasih Sayang Tuhan
Tiada Bakti Tiada Kema'afan

Kasih Sayang Pada Semua
Kasih Sayang Sesama Kita
Kasih Sayang Oooo Dunia
Moga Selamat Di Akhirat Sana
***
Mengenal lagu ini, sejak duluuu sekali, sewaktu Raihan sedang populer-populernya. Sudah suka, liriknya cukup meneduhkan. Apalagi Mas kalau pulang juga suka bawa kaset nasyid-nasyid begitu. Nah, sebenarnya ada yang teringat kalau ndengerin lagu ini. Saya pernah kirim lagu ini ke Shinta, niatnya sih biar “so sweet” gitu. Eh setelah itu, dianya misuh-misuh coba, katanya udah berjuang downloadnya loading lama (maklumlah satu lagu full), setelah berhasil enggak mudeng lagu apa itu. Hhe, maklum sih dulu beliau mah cuek bebek, ceplas-ceplos nyebelin pula, kalau menolak langsung to the point banget nget, belum so sweet kayak sekarang. Belum lembut kayak sekarang. Yaa yaa yaa, jadi kalau mau belajar ‘proses’ bisa bisa lah belajar ke dia. Kalau sekarang saya kirim, mungkin beda respon. Hehe

Kenapa tetiba ingat lagu ini? Kalau mengingat sebuah kenangan itu, biasanya sedang mengumpulkan kepingan hati yang hilang. Mengafirmasi. Ehcielah

Jadi, ada yang suka sekali panggil aku “Mbak Sejuk”, nggak tahu aja itu orang, sebenarnya hatiku sedang kusut (dan keruh). Seperti kemarin pagi, datang-datang saya sudah memberondong pertanyaan ke teman-teman. “Bu Aiz, liat wajahku, keliatan sedih nggak?” “Bu Vera, aku lagi sedih lho, nggak keliatan po?” “Bu Hesti, bantu akuu lagi sedih”. Daaan jawabannya, “Nggak Bu” “Nggak tu, sumringah gitu”, “Bu Ayu ki apaan sih, aku jadi lupa to mau nulis apa. Sedih darimana ngguya ngguyu gitu”. Haduh duuh. Tapi it’s oke, cukup menghibur, toh kalau ditanggepin serius aku yang malah berujung diam. Susah bagiku mengungkapkan, tapi susah juga buat menyimpan. Keluar tapi bukan mengumbar. Yaa seperti itu contohnya. Atau kalau lagi gemes biasanya cubit-cubit orang sampai dianya bingung. Atau, menulis, itu obat paling mujarab. Hehe

Sebenarnya, waktu itu sedang sedih memang, sedikit.

Oke, selamat belajar dari yang sudah berlalu yaaa... Alhamdulillah, detik ini hatiku sudah utuh. Mari berkarya, sibukkan diri dengan yang baik-baik. Mumpung masih single katanya. Hehe *Eh eh kalau sudah menikah juga tetap sibukkan dengan yang baik-baik (kan sudah ada partner, bersama belajar dan berproses menjadi baik, begitu). Uhuk
Source : Pixabay.com
03.50 dini hari, Jogja dingin lagi..

Rabu, 16 Mei 2018

Lirik (3) : Panggilan Jihad

06.30 1 Comments

PANGGILAN JIHAD

Kalam suci menyentuh kalbu berjuang
Source : Pixabay.com

Maju serentak membela kebenaran
Untuk negara, bangsa dan kehormatan
Hukum Allah tegakkan, hukum Allah tegakkan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar 

Putra-putri islam harapan bangsa
Majulah serentak genggam persatuan, kalam Tuhan
Mari kita memuji, mari kita memuja
Peganglah persatuan kalam Tuhan

Kalam suci menyentuh kalbu berjuang
Maju serentak mencapai kemenangan
Untuk negara, bangsa dan keadilan
Panggilan jihad hidupkan, panggilan jihad hidupkan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Pemuda-pemudi islam bangunlah
Panggilan jihad rampungkan
Wasiat Rasul peganglah
Harta dan jiwa serahkan
Binalah persatuan, hindari perpecahan
Persatuan kalam Tuhan

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Perpecahan melumpuhkan kekuatan
Pertikaian menguntungkan musuh Tuhan
Hanya iman tauhid dapat menyatukan
Tuntutan agama menjadi tujuan
Panggilan jihad hidupkan, panggilan jihad hidupkan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

Wahai, pemimpin umat dengarlah, demi agama sadarlah
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian
Hentikan pertikaian, ciptakan perdamaian
Menuju persatuan kalam Tuhan.

Kalam Ilahi menuntut persatuan
Perpecahan melumpuhkan kekuatan
Pertikaian menguntungkan musuh Tuhan
Hanya iman dan tauhid yang menyatukan
Tuntutan agama menjadi tujuan
Panggilan Jihad hidupkan, panggilan jihad hidupkan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allah Allahu Akbar

 
Panggilan Jihad hidupkan….
***
Sepertihalnya aksi 212 yang heroiknya masih terasa di banyak orang. Mendengar lagunya saja (lagu ini identik ada dalam video-video 212), menumbuhkan semangat tersendiri J
Done. Tiga itu lagu favorit sampai sekarang. Selainnya, ada sih semacam lagu-lagunya Letto, atau mupos-mupos ala MQ FM, atau tembang-tembang lawas, Impossible nya James Arthur, beberapa lagu westlife, satu-dua lagu melayu, tapi selingan saja. Jarang banget bermusik juga J

Selasa, 15 Mei 2018

Lirik (2) : Lembayung Bali

06.30 0 Comments
LEMBAYUNG BALI
(Saras Dewi)

Menatap lembayung di langit Bali
Dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Source : Pixabay.com
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan
Semangatmu itu
Oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi

Andai ada satu cara tuk kembali menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali….
***
Lagu dari jaman awal-awal kuliah. Ingat lagu ini, ingat kos, ingat kawan. Lagi sepi, dengerin ini. Lagi kangen, dengerin ini.
Ria, Shinta tunangan, Afroh, Alya, Tunjung, kangen J
Alm.Evi, semoga bahagia di sana ya… J
Alfitry, tunggu aku berkunjung ke Depok lagi J

Senin, 14 Mei 2018

Lirik (1) : Kau Yang Sangat Ku Sayang

06.30 0 Comments
Kau yang Sangat Ku Sayang
(Rano Karno)

Kau yang sangat kusayang
Karena kau tak pernah manja
Anggun pribadimu
Source : Pixabay.com
Tenang di wajahmu
Tiada yang menandingimu


Kau yang sangat kusayang
Karena kau gadis pendiam
Wajah keibuan
Tersungging senyuman
Hati ini mengagumimu


Ku mengkhayal
Bila saat nanti hidup bersamamu
Hanya engkau teman dalam duka
Penghibur derita
Kepadamu akulah yang manja
Dengarkanlah, sayang..
Kupandang potretmu di dalam kamar
Tersenyum padaku..

***
Ingin sekali aku posting hal-hal yang lebih bermanfaat, resensi buku misalnya. Sayangnya, tiga buku terakhir yang aku baca, aku belum mood untuk review. Selain karena belum tuntas tas bacanya, juga karena menurutku banyak sekali bagian pentingnya. Jadi, harus banyak ulasannya. Kalau mau resensi novel, ya terakhir baca After We Meet Again – Pradnya Paramitha (si mas bhaga dan mbak gadis itu), masih dalam versi wattpad. Nanti dulu dech. Sebagai pengangguran (yang bahagia banget sekolah libur satu minggu), dan pengin ketak ketik iseng, ya sudah ketik lirik lagu favorit aja. Hehe
Aku nggak ada music/lagu tertentu yang “sukaa bangett” gitu sih. Tapi kalau udah suka, ya suka-suka aja, dan itu-itu aja, meski kadang aku juga mikir “lagu apa too ini”. Hihi
Kok bisa-bisanya suka lagu ini? Aku juga nggak tau.
Awalnya sih boro-boro, denger aja belum pernah. Hingga suatu hari diminta menemani salah seorang teman yang hendak membeli sesuatu di pasar beringharjo. Memang akunya yang “pusing” kalau di tempat belanja kayak gitu kelamaan, juga aku pribadi nggak ada tujuan, sekedar menemani. Akhirnya, aku menyerah dengan duduk di emperan, membiarkan temanku berkeliling sendirian. Saat aku menunggu temanku dengan duduk diam, saat itulah lagunya terdengar.
Dengan volume yang keras, mengalahkan berisiknya penghuni-penghuni pasar, secara tak sengaja kudengarkan dengan seksama. Tapi, meskipun indolawas dengan irama begitu, kok ya yang kebayang pertama adalah sosok perempuan sholihah, dengan tutur kata yang lembut nan santun, sayang sama anak-anak, wajahnya teduh daaan penuh kasih sayang. Mimpi aku banget mau jadi kayak gitu (ketahuan kan, kalau mengagumi seperti itu, berarti sifat aslinya bertolak belakang. Haha). Entahlah, lagunya melekat sampai pulang (apalagi memang ada romantis-romantisnya gitu yaa) , berakhir dengan aku cari, download sendiri, dan masih masuk daftar playlist, sampai sekarang.