Follow Us @whanifalkirom

Tampilkan postingan dengan label Rara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2022

Ketika Ayah Siap Kerja

21.58 0 Comments

Ketika Ayah siap kerja,

Rara   : “Ayah mau kerja?

Ibuk   : “Iya

Rara   : “Ayah ga kerjaaaa

Ibuk   : “Ya kerja lah, biar dapet uang

Rara   : “Ayah beli uang aja

***

Logika ini dapatnya darimana? Ya dari kami, orangtuanya. Sesering kami menjawab dengan “Yaudah nanti beli dulu yaa”. “Gapapa, nanti beli lagi. Oke?”. Sebenarnya pernyataan ini menanggapi dia yang mau makan sama telur, dia yang yupinya ga sengaja jatuh, dia yang pengin diikat rambutnya, dan hal sederhana lainnya. Tapi, bagi anak kecil tidak ada hal yang sederhana. Semuanya penting. Diserap dalam otak, membuat kesimpulan-kesimpulan yang benar menurutnya _Sesuatu hal bisa didapat dengan kita membeli_. Semudah dia pada akhirnya bilang “nanti beli sepeda ya, atau ayah beli mobil ya”.

Iya, terkadang kita baru tersadar. Berkomunikasi dengan anak-anak itu perlu seni, perlu belajar menjaga kata-kata yang sering kali spontan terucap begitu saja.

Jumat, 02 Juli 2021

"Lion"

22.21 0 Comments

 


Saat dimana kami tidak faham dengan Rara. Tetiba dia “khaaawwww” berulang kali.

Kami sedang memandangi arah jendela dan sesekali membicaraka pesawat yang berjajar di luar sana.

Oh 

Lama-lama kami mengerti. Rara menyimak dan merespon pembicaraan kami. Dia sedang menirukan suara “lion”. Bedanya, lion yang kami bicarakan adalah lion pesawat, sedang lion yang dimengerti Rara adalah lion singa.

Baiklah..

#kisahkeluargakecilkami

Senin, 18 Mei 2020

Rara~

21.02 0 Comments



Sudah lama tidak iseng menulis, tahu-tahu Rara sudah besar. Melihat foto-foto lama ketika baru pertamakalinya dia lahir, terharu. Terimakasih yaa, selalu menjadi teman ibuk kemana-mana.

Masih ingat persis awal tahu hamilnya.
Waktu itu kakiku capek, rasanya beraaaaat sekali menopang beban tubuh. Ah, mungkin saja itu hanyalah akumulasi dari capek usai mudik Sumatra yang memakan waktu puluhan jam naik bus. Perjalanan terjauh selama ini. Sempat satu hari ijin untuk tidak masuk mengajar, periksa ke dokter, dan dibilang radang sendi pangkal paha. Wah. Minum obat dari dokter sudah, berkurang, tapi tak seberapa. Menyadari bahwa aku juga terlambat menstruasi, “Jangan-jangaaaan aku hamil”. “Tapi, tidak-tidak, terlambat juga wajar kan kalau kondisi badan sedang capek”. Genap delapan hari terlambat, daann memang garis dua. Alhamdulillah, senang sekali kala itu.

Jika kamu merasa mual, lebih mudah capek, perut tidak enak, pusing, dan keluhan lainnya. Selama kamu masih bisa tertawa, dan menahan itu semua, maka itu wajar sewajarnya orang hamil. Kecuali kamu merasa sakit perut yang tak tertahan hingga bahkan pendarahan, atau pusing yang diluar batas”. Kata bidan tempatku periksa pertama kalinya. Jadi? Kehamilanku cenderung kubawa santai, jarang sekali control (bahkan kalau orang bertanya usia atau ukuran janin, aku tidak tahu), Tidak ada satupun obat / vitamin tambahan yang aku minum. Aku masih kuat mengangkat benda-benda yang agak berat. Aku masih sering minum es (yang kalau ibuku tahu pasti akan marah), dan banyak hal lainnya yang mungkin bagi sebagian orang “pantangan”. Bagiku yang penting, tetap hati-hati, jaga kesehatan, dan serahkan penjagaan sepenuhnya padaNya. Udah, itu saja. Alhamdulillah.

Sekarang Rara sudah gede. Sudah suka teriak-teriak. Sudah merangkak, dan akan semakin cepat langkahnya sambil tertawa lepas kalau dikejar. Sudah bisa marah kalau barang yang dipegang diambil. Suka nggak sabaran kalau makanan sudah terlihat tapi belum disuapin. Suka sengaja membenturkan kepalanya sendiri pelan-pelan kalau nemu tembok. Sudah pandai geleng-geleng, dan tepuk-tepuk. Sudah lincah berbalik arah kalau tetiba denger openingnya video Nusa dan Rara. Sudah respon cepat kalau dipanggil. Suka menggenggam barang-barang kecil yang disukainya, sampe dibawa tidur. Takut sama boneka, takut sama mainan ­cow­ yang bisa jalan sendiri, takut sama ayahnya yang habis potong rambut. Dan tentu masih banyak hal lain, yang kami, sebagai orangtua selalu belajar dari proses tumbuh kembangnya. Terimakasih Rara

Yogyakarta, 18 Mei 2020