Follow Us @whanifalkirom

Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2017

Resensi : Happy Little Soul

22.54 0 Comments
Judul Buku  : Happy Little Soul
Pengarang   : @retnohening
Penerbit       : gagasmedia
Tebal            : 202 hlm.
Harga           : Rp 80.000,-
ISBN             : 978-979-780-886-0
……“Dituliskannya buku ini, bukan berarti saya adalah ibu yang sempurna. Adanya buku ini bukan berarti perjalanan  menjadi ibu yang baik sudah selesai. Tidak. Masih sangat panjang perjalanan dan masih banyak pe-er yang harus dikerjakan. Saya adalah ibu yang sedang dan insha Allah akan terus belajar menjadi lebih baik…” Begitulah sebagian ungkapan ibuk @retnohening untuk pembaca dalam suratnya di lembar-lembar awal buku ini.
Sudah bisa memprediksi kan, kira-kira apa isinya buku ini? Ya, sebuah kisah panjang tentang perjalanan menjadi seorang ibu dalam mengasuh anak. Dengan gaya menulisnya yang telling experience banget, dan bahasa yang kita banget, membacanya pun jadinya ngalir banget. Pembaca secara tidak langsung belajar dari pengalaman ibuk @retnohening, “ooo..begitu, dan begitu..”. Intinya buku ini secara tidak langsung mengajarkan ilmu parenting praktis.
Baiklah, isinya saya ulas sedikit di sini ya. Ada point - point yang bisa kita pelajari bagaimana mengasuh ala beliau ini, sedari pasca-pernikahan:
1)    Bersiaplah menjadi ibu (ini si ibuk @retnohening bahkan nyiapin test pack banyak-banyak, karena saking mendambanya jadi seorang ibu. Tentu, siap-siapnya dengan do’a-do’a, siap mental, jaga kesehatan, jaga pola makan, dan lain sebagainya. Termasuk juga kesiapan ilmu, karena kadang prinsip” memperlakukan anak bertentangan dengan orangtua, atau orang lain, tetapi selama yakin itu benar, it’s no problem. Tentu dengan tanpa menutup mata mencari tahu lebih banyak lagi.
2)    Jadilah ibu yang pembelajar (Ingat yaa, ada anak berarti sudah tak se-bebas saat masih ‘sendiri’. Ada waktu-waktu yang harus dikorbankan bersamanya, dan itu mau tidak mau harus belajar membiasa. Ingat juga yaa, bekal mendidik yang paling penting itu adalah dengan menjadi ‘role model’, itu juga mau tidak mau si ibu harus terus belajar menjadi pribadi yang baik, anak hanya menirumu bukan?)
3)    Berkomunikasilah yang sehat (Ajak anak berbincang, bahkan sejak dia masih berada dalam kandungan. Berilah perhatian dan pengertian. Bersemangatlah mengapresiasi.  Ajak anak bermain.  Meminta tolong, melibatkan dalam pengambilan keputusan, dan lain-lain).
4)    Lanjutkan sendiri yah. Kalau baca sendiri lebih greget, contoh aplikatifnya dapet. Selain itu, ini buku kemasannya menarik sekali, dari awal sampe akhir full color.

5)   Happy Reading…

Sabtu, 10 Juni 2017

Mengelola Stress

09.02 0 Comments

STRESS
#Apa sih itu stress?
Sederhananya, stress itu tekanan atau tuntutan yang membebani kita. Mustahil ya, kalau hidup enggak ngalamin stress, orang yang namanya stressor itu dimana-mana ada dan pasti terjadi. levelnya saja mungkin yang berlainan, ada yang ringan ada yang sedang, ada yang beraatt bangeett.
Jenis stressor tentu berpengaruh, tetapi pribadi masing-masing juga sangat mempengaruhi. Misalnya nih, habis ngalami kalah lomba. Kalau orang bisa mempersepsi kalah lomba dengan pemikiran yang positif (Biar kalah yang penting pengalaman atau, kalah berarti belajar lagi untuk menang di kesempatan berikutnya) tentu merasanya ringan-ringan aja. Beda kalau yang mempersepsinya dengan pemikiran negatif (Wah, aku memang ditakdirkan selalu gagal atau, aku memang nggak pinter) ya pasti berat banget nerimanya. Ada juga yang ngerasa ringan karena memang daya tahan menghadapi stressornya tinggi, ngrasa berat karena daya tahan menghadapi stressornya rendah. Jadi, itulah kenapa, semakin orang ditempa ujian (masalah-red), ia sejatinya sedang ditempa meningkatkan kekebalan terhadap stressor. Berbahagialah…
#Gejala-gejalanya stress kayak mana?
Ya banyak. Insomnia/hipersomnia, gampang marah, mudah menangis padahal sebabnya sepele, merasa malas-malas terus buat beraktivitas, sulit konsentrasi, mudah lupa, bawaannya mikir negatiif melulu, mata capek, badan pegal, keringat dingin, sesak nafas, migren, dan lain sebagainya. Melihatnya, tetap kembali ke individu masing-masing ya.
#Stressor datang dari mana aja?
-Bisa dari diri kita sendiri. Kalau kita orangnya perfectionist banget, terlalu ambisius. Atau iman kita lagi lemah, jadi kurang bersyukur-kurang pasrah-kurang percaya sama Allah gitu juga bisa mempermudah stress.
-Bisa datang dari lingkungan sekitar kita. Tempat sekolah/kuliah, tempat kerja, keluarga, juga kondisi fisik lingkungan itu sendiri (Contohnya macem-macem, pimpinan terlalu menuntut, hubungan sama temen enggak baik, kehilangan orangtua, tempatnya panas-sesak-penuh polusi, dll)
#Bagaimana menyikapi stress?
Mari tanyakan pada diri sendiri, kira-kira apa ya sebabnya (stressor-stressor tadi), pahami benar. Kemudian renungkan baik-baik,
1.     Dapat dihindarikah?
2.     Dapatkah dilakukan sesuatu pada masalah tersebut? atau
3.     Dapatkah diubah menjadi sesuatu yang berbeda?
Temukan jawabannya, dan segera eksekusi yang paling memungkinkan.
#Cara mengelola stress dengan baik bagaimana?
Nah, kembali lagi ya, karena stress pasti akan datang menghampiri kita, ada baiknya selalu siap-siap. Siap-siap menemukan strategi untuk mengelolanya dengan cara-cara yang baik.  Gimana?
Kelola Pikiran. Yuk, mulailah untuk berfikir positif dalam segala hal. Pandanglah sebuah masalah sebagai sesuatu yang mendewasakan kita. Percayalah, sesudah kesulitan akan selalu ada kemudahan. Percayalah, tidak akan ada beban yang melebihi kesanggupan kita memikulnya. Realistislah dalam merumuskan target-target hidup. Pahamilah bahwa kita tidak mampu mengendalikan sikap orang lain, juga ketidaknyamanan lingkungan, namun kita selalu bisa mengendalikan respon kita terhadap stressor-stressor tersebut. J
Kelola Perilaku. Berkatalah yang positif, belajarlah untuk asertif, memaafkan dan meminta maaf, sering-seringlah charger semangat dan motivasi, jangan lupa perbaiki shalat dan selalulah berdo’a J
Kelola Dukungan Sosial. Carilah teman yang baik untuk bercerita, teman yang dapat menjaga rahasia. Semoga membantu menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi J
Relaksasi. Sejenaklah berjeda dari segala kesibukan-kesibukan kita, tenangkan diri, tenangkan hati, dan tenangkan pikiran J

# Selamat belajar mengelola stress ya, terkhusus untuk diriku sendiri.
# Intisari tulisan diambil dari salah satu matkul kesehatan mental

Jumat, 28 November 2014

POSITIVE PARENTING # 1 # Dasar-Dasar Positive Parenting

03.49 0 Comments


Judul Buku      : Positive Parenting
Pengarang        : Mohammad Fauzil Adhim
Penerbit           : Mizania
Tahun Terbit    : Cetakan 1, Oktober 2010
Tempat Terbit  : Bandung
Tebal Buku      : 265 Halaman




Dan Tuhanmu agungkanlah!
Rasulullah saw berpesan pada hari - hari terakhir jelang kematiannya “…..Sesungguhnya, kaum mukmin itu bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kalian semuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya, yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang asing kecuali karena takwanya”.
Sampaikanlah pesan Rasulullah itu kepada anak-anak kita, niscaya ia akan tumbuh dengan percaya diri, jiwa yang besar, konsep diri yang baik, pikiran yang terbuka, serta dada yang lapang. Sebab, ia memahami bahwa pembeda manusia hanyalah takwanya. Sehingga, akan ada ikatan kasih sayang dan cinta diantara mereka, yang landasannya adalah iman. Sekali lagi, sampaikan pesan Rasulullah, dan siapkan generasi - generasi yang meninggikan kalimat Allah, bukan meninggikan diri dengan kalimat Allah.

Semoga Doa-Doa Mereka Membumbung Tinggi
            Hanya tiga hal yang dapat seseorang harapkan setelah kematiannya, Ilmu yang bermanfaat, amal jariyah, dan anak-anak shaleh yang mendoakan. Iya, perdengarkanlah mereka pengharapanmu kepada Allah, sehingga mereka dapat merasakan bahwa hanya kepada Allahlah kita meminta. Didiklah mereka untuk menjadi shalih-shalihah, karena doa yang terlantun, harus dibersamai dengan keshalihan. Jika itu dunia yang melatari sebuah doa, pastikan sertakan niat karena Allah didalamnya.

Membangkitkan Semangat Anak
            Orang – orang besar tidak dilahirkan. Mereka ditempa, diukir, dan dipersiapkan oleh pendidikan yang baik. Ajaklah anak untuk melihat sebuah kekuatan besar dibalik sebuah kelemahan. Berilah mereka cerita yang menginspirasi, dengan sungguh-sungguh, dan dengan sepenuh hati sembari berharap turunnya hidayah untuk mereka.

Belajar Dari Masa Kecil
            Masa kecil, masa -yang seharusnya- seorang anak bersungguh-sungguh mencari ilmu, sekurangnya yang menjadi bekal dasar kehidupan mereka. Namun sayangnya, saat ini, ditengah semaraknya kemajuan teknologi, tradisi keilmuan justru hilang. Anak-anak disibukkan dengan televisi, dengan gadget, dan lain sebagainya. Ya, untuk para orang tua, jangan lewatkan masa emas anak begitu saja, tanpa belajar agama.

Pada Mulanya Adalah Membaca
            Awalnya, adalah membaca. Anak-anak akan mempunyai ketrampilan, kemampuan, dan ketajaman mencerna isi bacaan. Kemampuan berpikir mereka lebih matang dan tertata. Mereka juga akan mengembangkan kemampuan menimbang dan menilai apa yang mereka serap dengan lebih baik. Untuk itulah, kegemaran membaca pastikan iringi dengan penanaman nilai yang baik pada mereka. Yuk, biasakan anak-anak membaca, bacaan yang bergizi..

50 Tahun Mendatang Anak Kita…
Semoga, mereka sudah tersebar di seluruh dunia. Mereka gigih merebut dunia bukan karena gila harta, melainkan karena mereka ingin menjadikan setiap detik kehidupannya untuk menolong agama Allah. Mereka gigih bekerja, dengan harap setiap tetes keringatnya menjadi pembuka jalan ke surga.  Tetapi, ingatlah, 50 tahun mendatang anak kita, hari inilah menentukannya !!

Matinya Perjuangan
            Agar perjuangan tidak mati, atau terhenti justru oleh anak-anak kita sendiri, didiklah mereka sesuai dengan perubahan zaman namun tidak melupakan prinsip.

Ajarkan Jihad Sejak Dini
Tanamkanlah kepada mereka pemahaman tentang jhad secara utuh, bukan tentang jihad yang benar atau jihad yang salah. Mengajarkan jihad berarti menumbuhkan kepada mereka harga diri dan kepercayaan diri sebagai orang yang beragama. Mereka belajar memiliki rasa tanggung jawab.

Merusak Tetapi Dicintai
            Televisi. Ada benarnya jika ada yang mengatakan bahwa televisi kini sudah menjadi “The First God (Tuhan Pertama)”. Karena pada kenyataannya, meskipun televisi menimbulkan dampak yang sangat buruk untuk anak, para orangtua tak dapat lepas dari menatap layar kaca. Jadi, untuk orangtua, siapkanlah untuk mematikan televisi di rumah juga mematikan televisi di hati kita. Artinya, kurangi antusiasme untuk membicarakan acara-acara atau bintang-bintang di televise. Meskipun bukan hal yang buruk, sekali waktu menikmati tayangan televis yangbagus, bersama seluruh anggota keluarga.

Berseteru Karena Cemburu
            Rencanakankalah kelahiran anak dengan baik. Satu-Dua-Tiga-dst. Sudah pasti anak kita akan mempunyai seorang adik, dan kita akan lebih banyak waktu mengurusnya. Cermati sikap awal kita, jangan merasa seolah-olah kita direpoti oleh anak. Berilah mereka perhatian, ajarkan mandiri, libatkan dalam menjaga adik, supaya tidak ada kecemburuan diantara mereka.

Dua Anak Cukup!
            Dua anak cukup. Tiga anak lebih dari cukup. Empat anak? Baik. Lima anak, baik sekali. Enam ke atas, istimewa. Berapa kita memutuskan punya anak, periksalah niat kita! Jika, siap membesarkan banyak anak, insyaAllah mereka akan tumbuh sebagai manusia yang berjiwa besar, berkarakter kuat, dan memiliki mental yang kukuh. Tidak ada yang berat pun tidak ada yang repot. Selama niat dan persiapan kita tepat.
To be Continued….
***
            Tulisan di atas merupakan ulasan secara garis besar buku (121 hlm dari 265 hlm) berjudul Positive Parenting karya Fauzil Adhim. Seperti yang tertulis pada kolom komentar pembaca, saya sangat setuju bahwa buku ini menyajikan nilai-nilai islami yang sangat dalam, mengajak orangtua untuk memberikan hati dan cintanya kepada anak-anak mereka. Memberi kesadaran bahwa pondasi utama untuk mendidik anak adalah iman. Dimana hal itu diwujudkan pada mereka, anak-anak, yang selalu meninggikan kalimat Allah dalam setiap hal.
            Penggunaan kalimat yang mudah dipahami, dengan gaya sastra khas penulisnya, sangat baik untuk dijadikan salah satu sumber referensi dan pengetahuan orangtua dalam mengasuh anak. Meskipun menurut saya, dalam beberapa sub-tema kurang begitu sesuai dengan judulnya. Yuk, para orangtua, atau calon orangtua, siapkanlah bekal mendidik dan mengasuh anak, sebanyak-banyaknya…


Sabtu, 22 November 2014

Kepada Putra-Putrimu... #2

04.25 0 Comments
#Menuntut ilmu adalah kewajiban sejak masih berada di dalam kandungan hingga liang lahat.

#Karena anak-anak belum bisa mencari ilmu sendiri, itulah menjadi kewajiban orangtua untuk memberikan informasi

#Yang harus selalu diperhatikan adalah AKHLAknya, karena anak akan tumbuh dewasa sesuai dengan kebiasaan yang disuguhkan oleh sang pendidik di masa kecil

#Pupuklah kebiasaan untuk menumbuhkembangkan rasa cinta kepada hal-hal yang baik, serta kemauan untuk merealisasikan dan mempraktekkannya

#Susah memang. Untuk itu, dalam membinanya sesuaikan dengan bakat-bakat / potensi yang terpendam, sehingga anak tidak terbebani.


#Beri dorongan dan semangat untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan bakatnya, selagi hal tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama.

#Tapi ingatlah, anak-anak tetaplah manusia yang punya naluri baik dan buruk. Orangtua yang cerdas akan mengambil sisi manfaat dari segi-segi negatif yang ada dalam diri anak tersebut.

#Ingatlah juga, anak-anak akan mendewasa sesuai dengan fase perkembangannya.

#Ribet ya? #Tidak Kok

#Pokoknya, ikuti saja Rasulullah., teladan terbaik kita, termasuk dalam hal memberikan pendidikan kepada putra-putri nya dalam rumah tangga.

#Rasulullah benar-benar memahami tuntutan dan kebutuhan yang ada pada diri seorang anak.

#Nah, yuk kenali, Apa saja kebutuhan mereka?
To Be Continued…



Kamis, 20 November 2014

Kepada Putra-Putrimu... #1

10.15 0 Comments
#Sebelum berbicara tentang bagaimana mendidik anak pada putra-putri kita, ada beberapa hal yang terlebih dahulu perlu dibicarakan.

#Adalah persiapan pernikahan, yang menjadi fondasi dalam berumah tangga.

#Tentang menjadi pribadi yang baik (juga sebagai calon suami/istri sekaligus orangtua yang baik).

#Tentang memilih pasangan yang shalih / shalihah, dari keturunan baik-baik, serta kuat agamanya.

#Karena anak, sangat dipengaruhi orangtuanya (seperti perlakuan, didikan juga prinsip yang diwariskannya-bahkan sejak sebelum ia dilahirkan).

#Adalah perlakuan orangtua (terlebih lagi ibu) terhadap anak yang ada dalam kandungannya

#Tentang menjaga kesehatan, menyeimbangkan gizi makanan, supaya janin di dalam perut tumbuh sehat.

#Tentang keikhlasan, kesabaran, dan kasih sayang yang diberikan pada janin selama mengandung

#Tentang doa-doa yang selalu dipanjatkan, pengenalan ibadah yang dibiasakan

#Adalah perlakuan orangtua terhadap anak yang baru saja dilahirkan

#Tentang pemberian nama yang baik, tentang pemberian kasih sayang yang tulus.

#Ya, anak lahir dalam keadaan fitrah, orangtualah yang mewarnainya :D

To Be Continued…




Sabtu, 07 Desember 2013

Yuk, Kenali Dirimu.... #1

08.23 0 Comments
Mengenali diri sendiri. Boleh jadi melalui cermin orang-orang di sekelilingmu bukan?

Mari mengenal dirimu, lebih lekat....
Who Am I ?

1. a. Tulislah beberapa sifat yang anda kagumi dari ayah anda!
        1.                                                             4.
        2.                                                             5.
        3.                                                             6.
    b. Tulislah beberapa sifat yang kurang / tidak anda sukai dari ayah anda!
        1.                                                             4.
        2.                                                             5.
        3.                                                             6.

2. a. Tulislah beberapa sifat yang anda kagumi dari ibu anda!
        1.                                                             4.
        2.                                                             5.
        3.                                                             6.
    b. Tulislah beberapa sifat yang kurang / tidak anda sukai dari ibu anda!
          1.                                                             4.
        2.                                                             5.
        3.                                                             6.

3. a. Tulislah beberapa sifat yang anda kagumi dari seorang sahabat anda!
        1.                                                             4.
        2.                                                             5.
        3.                                                             6.
    b. Tulislah beberapa sifat yang kurang / tidak anda sukai dari seorang sahabat anda!
        1.                                                             4.
        2.                                                             5.
        3.                                                             6.

4. Manakah diantara sifat-sifat itu (a dan b) yang mirip dengan sifat-sifat anda! Lingkari       sifat yang mirip itu!


(Setelah mengerjakan latihan ini hal-hal apakah (gagasan, pemikiran, perasaan, keinginan, rencana) yang timbul pada diri anda yang anda anggap bermakna, penting, berharga, bermanfaat dan mengandung hikmah bagi anda pribadi, keluarga, orang-orang tertentu, dan lingkungan anda?)

Multiple Intelligences

07.17 0 Comments
Kapan sich sebenarnya puncak karir seorang Dicky Candra? Interviewer berbaju merah itu bertanya sopan.

Saya selalu menegaskan kepada anak-anak didik saya di sini, kepada seluruh masyarakat Indonesia juga, bahwa saya bukan seorang teladan yang baik dalam hal karir. Jadi, saya bukan seorang yang ‘sebaiknya’ ditiru. Saya berpesan kepada siapa saja, untuk berfokus pada satu potensi yang dikembangkan maksimal. Tidak seperti saya, main sinetron ayo, bermusik ayo, jadi komedian ayo.. Meski kelihatannya jadi seorang yang multitalent, tapi ketika seperti tadi ditanya ‘kapan puncak karir’ saya tidak pernah merasakannya. Ya, tidak apalah saya menjadi ‘korban’, bisa menjadi pelajaran bagi yang lain” TV One, 3 Juli 2013
(tidak sama persis, sedikit tambahan & pengurangan kata)

Minggu, 17 November 2013

Positive Action Plan #1

10.20 0 Comments
POSITIVE ACTION PLAN
(Napoleon Hill. 2009. Jakarta : PT Tamaprint Indonesia)



1.Sifat dapat dikendalikan adalah sifat dasar untuk karakter yang baik (Ex : Menepati janji = Peduli, dapat dipercaya, dihormati)
2.Anda dapat menilai karakter seseorang dengan melihat teman-teman yang dipilihnya
3.Reputasi adalah apa yang orang lain pikir tentang diri anda dan karakter adalah diri anda yang sebenarnya
4.Setiap pemikiran dalam otak anda menjadi sebuah bagian permanen dari karakter anda
5.Karakter yang sehat adalah harta terbesar kita karena terdapat kekuatan untuk mengatasi kesulitan hidup, sehingga kita tidak terpengaruh kesulitan tersebut
6.Beberapa orang seperti sebuah jam tangan murah, mereka tak dapat diandalkan
7.Pilihlah seseorang yang anda kagumi, lalu tirulah dia semirip mungkin
8.Kesombongan biasanya menandakan sifat rendah diri
9.Mengeluarkan kata kotor adalah tanda kurangnya perbendaharaan kata atau penilaian yang tidak benar
10.Jika anda terpaksa berdusta, pastikan anda tidak mendustai sahabat terbaik anda dan diri anda sendiri
11.Uang mempunyai pengaruh baik dan buruk, tergantung karakter orang yang memilikinya
12.Tidak ada orang yang bergitu baik, sampai-sampai tidak memiliki kekurangan ; dan tidak ada orang yang begitu jahat, sampai-sampai tidak memiliki sifat baik
13.Orang yang jujur hanya untu sebuah penghargaan harus dikategorikan sebagai orang yang tidak jujur
14.Orang yang malas adalah orang yang sakit atau belum menemukan pekerjaan yang sungguh-sungguh ia senangi
15.Jika anda memiliki karakter yang baik, anda biasanya tidak khawatir tentang reputasi anda
16.Perhatikan betul karakter anda dan reputasi anda akan mengikuti dengan sendirinya
17.Kepalsuan memang akan terlihat dengan sendirinya
18.Apakah anda orang jujur atau tidak jujur, tidak ada kompromi diantara keduanya
19.Para bankir sering meminjamkan uang dengan melihat karakter orang, tetapi jarang hanya berdasarkan reputasi karena tidak semua reputasi didapat dengan jujur
20.Kejujuran adalah sebuha sifat yang tidak dapat dinilai dengan uang
21.Sangatlah mudah membenarkan kejujuran jika anda tidak mendapatkan uang dari hal itu
22.Terlalu banyak mengatakan kebenaran dapat membuat orang lain tak nyaman
23.Kesopanan biasanya dari rumah atau tidak sama sekali
24.Orang yang hanya memiliki waktu untuk gosip dan fitnah berpeluang kecil untuk sukses
25.Pencapaian yang besar lahir dari sebuah perjuangan
26.Jangan melihat pada bintang-bintang sebagai penyebab ketidakberuntungan anda. Lihatlah pada diri anda sendiri untuk meraih hasil yang lebih baik.

Kamis, 14 Februari 2013

Beautiful Mind

10.27 2 Comments

Merupakan film cerminan dari kisah nyata, John Nash. Ilmuwan matematika, yang (tentunya) sering utak-atik angka. Jenius tapi apatis. Menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Princeton, dengan beasiswa. Tidak menyukai kuliah dalam kelas, karena baginya sia-sia, mengekang kreatifitas, dan menyebabkan otak tumpul. Lalu, ia menyukai belajar secara otodidak, lebih banyak meluangkan waktu di luar untuk memahami dan memecahkan masalah dengan pemikirannya sendiri.
Dan ternyata... Ia mengidap penyakit gangguan jiwa (schizoprenia), tak bisa membedakan antara halusianasi dan kehidupan nyata. Halusinasi, dengan merasa bahwa dirinya terlibat dalam konspirasi militer tingkat tinggi. Ia berada dalam keanggotaan rahasia (intel) departemen pertahanan AS yang sedang melakukan spionase ataupun pelacakan terhadap rencana pemboman yang dilakukan oleh Rusia.
Schizoprenia, dengan gejala paranoid terhadap lingkungan sekitar, tak ada obat yang mampu menyembuhkan. Hingga istrinya, Alicia, datang dengan kasih sayang dan dukungan, melakukan dekonstruksi ulang terkait fantasi yang diderita, dengan ketekunan ; kesabaran; John Nash dapat kembali ke kehidupan semula. Mengabaikan seluruh fantasi, khayalan, dan halusinasi yang tiap akali hadir mengganggu. Akhirnya, bangkitlah menjadi seorang John Nash luar biasa, peraih nobel dalam bidang ekonomi 1994.
--Selamat Menonton--

Sabtu, 05 Januari 2013

The Secret

11.30 0 Comments
“Bila anda mengalami rahasia ini, apapun yang anda inginkan akan terpenuhi. Kebahagiaan, kekayaan, kesehatan. Anda bisa memiliki, melakukan, dan menjadi apa saja. Kita dapat memiliki apa saja yang kita pilih, tak peduli betapa besarnya keinginan itu. Ini adalah rahasia besar kehidupan, dan rahasia itu adalah hukum ketertarikan. Semua yang terjadi dalam hidup anda, anda yang menariknya ke dalam hidup anda. Dan itu semua ditarik oleh kesan - kesan kebijakan yang ada dalam pikiran anda. Ini adalah apa yang anda pikirkan. Tahukah anda? Apa yang ada dalam pikiran anda, anda akan menarik pada diri anda. PIKIRANMU adalah NYATA”.
Itu sebagian ulasan dalam buku the secret (juga dalam film the secret). Betapa besarnya kekuatan sebuah pikiran. Ciptakan kebahagiaan kita, dengan selalu berpikir positif J J J


Kamis, 03 Januari 2013

Les Choristes

22.07 0 Comments
Menceritakan sebuah sekolah asrama di Perancis bernama “Fond De L’Etang” yang murid-muridnya sulit diatur & nakal. Mereka biasa merokok meskipun dilarang, mencuri, mengerjai seorang pembersih jendela, merusak fasilitas, atau bermain lempar-lemparan di dalam kelas.
Sekolah tersebut dikepalai oleh Rachin, seseorang yang tegas, keras, dan kejam. Prinsip yang digunakan adalah ada aksi ada reaksi, dimana seorang murid melakukan kesalahan akan dihukum. Jika tidak diketahui pelakunya maka semua murid mendapat sanksinya, atau bahkan menuduh sembarangan tanpa bukti yang jelas. Hukuman yang diberikan bukan hukuman ringan, sebagai contohnya dikunci dalam ruangan yang gelap selama beberapa hari & tidak menerima pengunjung, menerima pukulan dan cambukan, di skors untuk tidak mengikuti pelajaran, membersihkan rumah asrama selama 2 minggu, dan lain sebagainya.

Minggu, 30 Desember 2012

Laporan Akhir Praktikum (lagi)

09.03 0 Comments
Subhanallah....
      Kembali lagi, tersibukkan dengan laporan akhir praktikum yang terus mengejar-ngejar... Ini ni, Laporan Praktikum Psikologi Fa’al, masih di awal semester, sepertinya dulu juga cukup butuh banyak berpikir...
    Dilanjut, dengan Laporan Praktikum ObservasiWawancara. Tuntutan untuk belajar lebih peka, lebih memahami, lebih mengerti, lebih empati terhadap sebuah ‘masalah’..
   Terus berlanjut, Eksperiment ini... Setelah berpikir sejenak, meluangkan waktu untuk sekedar berdiskusi mencari tema, akhirnya, selesai sudah hingga berwujud laporan akhir..
      Eits, tak hanya satu rupanya, ada lagi praktikumintelegensi bakat, bermain-main dengan jawaban tes IQ, mencocokkan, menghitung, menyimpulkan..
    Dan saat ini, Laporan akhir praktikum proyektif. Mengintip sebuah gambar, apa yang tersirat disana?
   Yang terakhir di semester ini... Laporan konselingindividual & Laporan konseling kelompok...
        Menanti beberapa semester berikutnya, semoga mudah dan berkah. Aamiin J