Dari semua ketidaktahuan, dari sesaknya segala sedih dan gelisah, dari bahagia yang ingin dibagi, dari kesalahan-kesalahan yang akan terus diperbaiki, dari setiap jengkal perjalanan dalam rangka belajar. Menulis, jadikanlah ia salah satu obatnya :)
Aku rasa, Jogja memang cukup jeli melihat peluang. Lokasi-lokasi yang sebenarnya sederhana, disulap sedemikian rupa menjadi kawasan objek wisata baru yang menarik pengunjung. Sebut saja, puncak bucu. Puncak bucu berada di dusun
Ngelosari, Sri Mulyo, Piyungan, Bantul. Menuju kesana, bisa melewati jalan
jogja-wonosari hingga KM 14, tepat di perempatan SMP 1 Piyungan belok ke kanan
(selatan), cukup ikuti jalan raya-nya dan menuju dusun Ngelosari. Bukan puncak
namanya, kalau jalannya nggak menanjak (dan berkelok). Mendekati lokasi,
jalannya belum beraspal, hanya dilapisi bebatuan kecil alias kerikil. Bahkan,
mungkin karena aku ke sana saat musim hujan, beberapa titik cukup licin karena
berlumpur dan tergenang air.
Sudah tentu, dari ketinggian
puncak bucu, bisa melihat kota Yogyakarta dari atas. Mirip-mirip yaa sama bukit
bintang. Tapi, di puncak bucu ini lebih asri, karena kawasannya memang banyak
pepohonan yang daunnya rimbun menghijau. Ya intinya memanjakan mata lihat
pemandangan. Sawah-sawah di bawah. Lahan berbatu yang menyenangkan untuk duduk
santai. Gardu pandang. Juga, langit dan awan-awan yang indah. Memang relatif
masih sepi pengunjung sih, kata salah seorang warga sekitar, ramai itu kalau weekend,
banyak yang camping di sana. Atau hari ahad pagi-pagi, banyak yang
bersepeda. Dan katanya, bagus buat liat sunset. Selamat berkunjung...
Berada di dusun Bendan, desa
Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Candi ini dibangun sekitar
abad 8 Masehi. Memiliki denah empat persegi panjang dengan ukuran 17,3 x 10 m
dengan kontruksi bangunan bertingkat. Candi terbagi menjadi tiga bilik yang
kemungkinan didalamnya pernah diletakkan arca Budha yang diapit Bodhisatwa. Pada
dinding luar candi dipahatkan relief-relief Bodhisatwa sejumlah 38 buah yakni 8
di sisi timur, 8 di sisi utara, 8 sisi selatan, dan 14 di sisi barat.
Candi
Plaosan
Candi
berlatar belakang agama Buddha dibangun oleh seorang putri raja bernama
Pramodhawardhani atau Sri Kahulunan dari dinasti Sailendra pada abad 9 Masehi.
Dalam mendirikan bangunan suci ini didampingi suaminya Rakai Pikatan, seorang
raja beragama Hindu yang membangun Candi Prambanan. Candi berlatar belakang agama Buddha dibangun oleh seorang putri
raja bernama Pramodhawardhani atau Sri Kahulunan dari dinasti Sailendra pada
abad 9 Masehi. Dalam mendirikan bangunan suci ini didampingi suaminya Rakai
Pikatan, seorang raja beragama Hindu yang membangun Candi Prambanan.
Candi Sojiwan
Candi Barong
Candi Banyunibo
Candi Banyunibo
terletak di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten
Sleman. Candi ini dibangun di dataran yang dikelilingi oleh perbukitan di
sebelah Utara, Timur, dan Selatan. Candi Banyunibo terdiri dari 1 buah bangunan
induk dan 6 buah candi perwara yang terdiri dari 3 buah candi perwara elatan
dan 3 buah perwara timur. Candi Banyunibo terletak di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Candi ini dibangun di dataran yang dikelilingi oleh perbukitan di sebelah Utara, Timur, dan Selatan. Candi Banyunibo terdiri dari 1 buah bangunan induk dan 6 buah candi perwara yang terdiri dari 3 buah candi perwara elatan dan 3 buah perwara timur. Candi induk Banyunibo menghadap ke arah Barat. Pada bagian kiri dan kanan tangga terdapat pipi tangga yang terdapat pahatan tokoh-tokoh yang belum dapat diketahui identitasnya.
Candi Abang
_Yang ini nih, kurang sesuai sama namanya. Gundukan tanah, bukan candi :)_