Follow Us @whanifalkirom

Jumat, 04 Agustus 2017

Jangan Berharap Apapun,

03.34 0 Comments

Kau akan menemukanku tak lebih dari seorang hamba pendosa, yang jatuh bangun, merangkak rangkak untuk menyusuri jalan taubat padaNya,
Kau akan menemukanku tak lebih dari seorang pemburu pujian manusia, yang kemudian tersadar, dan seringkali kembali lagi berpaling dari mencari ridhoNya,
Kau akan menemukanku tak lebih dari seorang hinadina, yang begitu ringan menuruti hawa nafsu padahal tahu keliru, yang begitu mudah memandang rendah sesama padahal mengerti bahwa diri teramat jauh dari kata taqwa,
Kau akan menemukanku demikian, perempuan dengan banyak kekurangan. Kau akan menemukanku demikian, perempuan dengan banyak kesalahan. Kau akan menemukanku demikian, maka nasehatilah aku dalam kebenaran dan kesabaran. Demikian,

Rabu, 02 Agustus 2017

21.45 0 Comments
Dalam hidup. Ini penting. Itu penting. Semuanya memang penting. Tetapi, sekali lagi pandang lebih jeli, setiap yang penting telah menempatkan diri sesuai kadar pentingnya. Jadi, jangan sampai kau kacaukan urutannya, apalagi menambah daftar baru yang sejatinya tidak termasuk didalamnya. Ingat yang terpenting, hingga yang penting-penting saja, simpan yang kurang penting, dan buang yang tidak penting ~hancan~
Source : Pixabay.com

Selasa, 01 Agustus 2017

Kamu Lelah?

13.30 0 Comments


Kamu lelah?

Istirahatlah..
Duduk sejenak di belakang rumah..
Di atas dipan-dipan kayu..
Bersandar pada tiang-tiang yang rendah..
Menatap rerumputan yang menghijau..
Memandang langit yang cerah..
Menyimak burung-burung yang berkicau..
Merasakan sepoi yang ramah..
Mendengarkan suara palu pada tukang pemecah batu..

Dan lihatlah, diseberang sana.. ia sama lelahnya denganmu, tapi senyumnya, jauh lebih tulus dibanding tawamu..

Jumat, 21 Juli 2017

Kok

10.31 1 Comments
Mungkin kalian pernah mendapati seorang perempuan yang pakaiannya sedikit kurang bahan, terkadang kalau saya pribadi, sudah mau kelepasan saja untuk komentar (kok pakaiannya gitu sih, kok nggak malu sih, kok PD sih, dan segala macemnya). E e sebentar sebentar, inget dulu waktu sekolah aku juga pernah melihat perempuan bergamis, dalemnya pake rok, dalemnya pake celana panjang, bukankah dalam hati juga berkata (kok rempong banget sih, kok stylenya orangtua banget sih, dan segala macemnya). Apa bedanya? Sama aja memandang buruk kan? Rupanya harus hati-hati ya dengan kata “kok” dan komentar yang buru-buru. Nilailah dari sudut pandang orang yang kita nilai. kalaupun memang kita yang benar dan mau ngelurusin, ya caranya sebisa mungkin tetap dengan cara pandang mereka, dengan begitu semoga bisa diterima.

Senin, 03 Juli 2017

Rumah Berjuta Cerita

05.12 0 Comments

Rumah,
Berarti tentang rindu, dan pulang
Berarti tentang orang terkasih, dan orang tersayang
Berarti tentang masa lalu, dan masa depan yang terkenang
Rumah,
Berarti tentang perihal saling mendoakan
Berarti tentang perihal saling membahagiakan
Berarti tentang perihal saling menyemai persaudaraan
Rumah,
Berarti labuhan paling damai
Berarti cinta yang tak pernah tergadai

Rumah, memang harus begitulah rumah.

Selasa, 20 Juni 2017

09.08 0 Comments
Suka bertanya-tanya, ada nggak ya yang baca blog ini. Eh ada, pasti ada lah yang kepo, paling enggak satu orang yang tak paksa kepo :P
Siapa dia?
Ini dia orangnya. Selamat pulang kampung diksol. Sudah kirim gambar, dan katanya sekarang sudah berubah jadi kalem. Ckckck. Baru juga di kapal mau nyebrang. O.O

Senin, 19 Juni 2017

Resensi : Happy Little Soul

22.54 0 Comments
Judul Buku  : Happy Little Soul
Pengarang   : @retnohening
Penerbit       : gagasmedia
Tebal            : 202 hlm.
Harga           : Rp 80.000,-
ISBN             : 978-979-780-886-0
……“Dituliskannya buku ini, bukan berarti saya adalah ibu yang sempurna. Adanya buku ini bukan berarti perjalanan  menjadi ibu yang baik sudah selesai. Tidak. Masih sangat panjang perjalanan dan masih banyak pe-er yang harus dikerjakan. Saya adalah ibu yang sedang dan insha Allah akan terus belajar menjadi lebih baik…” Begitulah sebagian ungkapan ibuk @retnohening untuk pembaca dalam suratnya di lembar-lembar awal buku ini.
Sudah bisa memprediksi kan, kira-kira apa isinya buku ini? Ya, sebuah kisah panjang tentang perjalanan menjadi seorang ibu dalam mengasuh anak. Dengan gaya menulisnya yang telling experience banget, dan bahasa yang kita banget, membacanya pun jadinya ngalir banget. Pembaca secara tidak langsung belajar dari pengalaman ibuk @retnohening, “ooo..begitu, dan begitu..”. Intinya buku ini secara tidak langsung mengajarkan ilmu parenting praktis.
Baiklah, isinya saya ulas sedikit di sini ya. Ada point - point yang bisa kita pelajari bagaimana mengasuh ala beliau ini, sedari pasca-pernikahan:
1)    Bersiaplah menjadi ibu (ini si ibuk @retnohening bahkan nyiapin test pack banyak-banyak, karena saking mendambanya jadi seorang ibu. Tentu, siap-siapnya dengan do’a-do’a, siap mental, jaga kesehatan, jaga pola makan, dan lain sebagainya. Termasuk juga kesiapan ilmu, karena kadang prinsip” memperlakukan anak bertentangan dengan orangtua, atau orang lain, tetapi selama yakin itu benar, it’s no problem. Tentu dengan tanpa menutup mata mencari tahu lebih banyak lagi.
2)    Jadilah ibu yang pembelajar (Ingat yaa, ada anak berarti sudah tak se-bebas saat masih ‘sendiri’. Ada waktu-waktu yang harus dikorbankan bersamanya, dan itu mau tidak mau harus belajar membiasa. Ingat juga yaa, bekal mendidik yang paling penting itu adalah dengan menjadi ‘role model’, itu juga mau tidak mau si ibu harus terus belajar menjadi pribadi yang baik, anak hanya menirumu bukan?)
3)    Berkomunikasilah yang sehat (Ajak anak berbincang, bahkan sejak dia masih berada dalam kandungan. Berilah perhatian dan pengertian. Bersemangatlah mengapresiasi.  Ajak anak bermain.  Meminta tolong, melibatkan dalam pengambilan keputusan, dan lain-lain).
4)    Lanjutkan sendiri yah. Kalau baca sendiri lebih greget, contoh aplikatifnya dapet. Selain itu, ini buku kemasannya menarik sekali, dari awal sampe akhir full color.

5)   Happy Reading…

Jumat, 16 Juni 2017

HopeYouHearMe

08.38 0 Comments

Andaikan sekali waktu, kau ajak aku bincang berdua, ya, berdua saja, bertanya tentang hal-hal, aku akan banyak bercerita, meskipun dihadapanmu bisa jadi aku akan menangis keras, atau mengharu bahagia. Karena aku tahu, pada orang baik saja tak cukup. Karena aku menyadari, pada yang dekat saja juga tak cukup. Kenapa dirimu? Karena, kau telah menjadi guru kehidupan terbaik dalam hidupku.

Sayang, terlalu kelu, dan tak pernah sampai, padamu.

Aku berharap, kau pun berpikir demikian. Andaikan sekali waktu bisa mengajakku bincang berdua, ya, berdua saja, bertanya tentang hal-hal, dan aku bisa bercerita banyak padamu. Meskipun tak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian. Karena kau menyadari, aku, ada diantara deretan nama dalam daftar orang yang berharga untukmu, meskipun entah, pada urutan ke-sekiansekian aku tak peduli.

Baiklah, tak baik katakan andai. Setidaknya, dalam diam aq masih terus berguru, padamu

Sabtu, 10 Juni 2017

Mengelola Stress

09.02 0 Comments

STRESS
#Apa sih itu stress?
Sederhananya, stress itu tekanan atau tuntutan yang membebani kita. Mustahil ya, kalau hidup enggak ngalamin stress, orang yang namanya stressor itu dimana-mana ada dan pasti terjadi. levelnya saja mungkin yang berlainan, ada yang ringan ada yang sedang, ada yang beraatt bangeett.
Jenis stressor tentu berpengaruh, tetapi pribadi masing-masing juga sangat mempengaruhi. Misalnya nih, habis ngalami kalah lomba. Kalau orang bisa mempersepsi kalah lomba dengan pemikiran yang positif (Biar kalah yang penting pengalaman atau, kalah berarti belajar lagi untuk menang di kesempatan berikutnya) tentu merasanya ringan-ringan aja. Beda kalau yang mempersepsinya dengan pemikiran negatif (Wah, aku memang ditakdirkan selalu gagal atau, aku memang nggak pinter) ya pasti berat banget nerimanya. Ada juga yang ngerasa ringan karena memang daya tahan menghadapi stressornya tinggi, ngrasa berat karena daya tahan menghadapi stressornya rendah. Jadi, itulah kenapa, semakin orang ditempa ujian (masalah-red), ia sejatinya sedang ditempa meningkatkan kekebalan terhadap stressor. Berbahagialah…
#Gejala-gejalanya stress kayak mana?
Ya banyak. Insomnia/hipersomnia, gampang marah, mudah menangis padahal sebabnya sepele, merasa malas-malas terus buat beraktivitas, sulit konsentrasi, mudah lupa, bawaannya mikir negatiif melulu, mata capek, badan pegal, keringat dingin, sesak nafas, migren, dan lain sebagainya. Melihatnya, tetap kembali ke individu masing-masing ya.
#Stressor datang dari mana aja?
-Bisa dari diri kita sendiri. Kalau kita orangnya perfectionist banget, terlalu ambisius. Atau iman kita lagi lemah, jadi kurang bersyukur-kurang pasrah-kurang percaya sama Allah gitu juga bisa mempermudah stress.
-Bisa datang dari lingkungan sekitar kita. Tempat sekolah/kuliah, tempat kerja, keluarga, juga kondisi fisik lingkungan itu sendiri (Contohnya macem-macem, pimpinan terlalu menuntut, hubungan sama temen enggak baik, kehilangan orangtua, tempatnya panas-sesak-penuh polusi, dll)
#Bagaimana menyikapi stress?
Mari tanyakan pada diri sendiri, kira-kira apa ya sebabnya (stressor-stressor tadi), pahami benar. Kemudian renungkan baik-baik,
1.     Dapat dihindarikah?
2.     Dapatkah dilakukan sesuatu pada masalah tersebut? atau
3.     Dapatkah diubah menjadi sesuatu yang berbeda?
Temukan jawabannya, dan segera eksekusi yang paling memungkinkan.
#Cara mengelola stress dengan baik bagaimana?
Nah, kembali lagi ya, karena stress pasti akan datang menghampiri kita, ada baiknya selalu siap-siap. Siap-siap menemukan strategi untuk mengelolanya dengan cara-cara yang baik.  Gimana?
Kelola Pikiran. Yuk, mulailah untuk berfikir positif dalam segala hal. Pandanglah sebuah masalah sebagai sesuatu yang mendewasakan kita. Percayalah, sesudah kesulitan akan selalu ada kemudahan. Percayalah, tidak akan ada beban yang melebihi kesanggupan kita memikulnya. Realistislah dalam merumuskan target-target hidup. Pahamilah bahwa kita tidak mampu mengendalikan sikap orang lain, juga ketidaknyamanan lingkungan, namun kita selalu bisa mengendalikan respon kita terhadap stressor-stressor tersebut. J
Kelola Perilaku. Berkatalah yang positif, belajarlah untuk asertif, memaafkan dan meminta maaf, sering-seringlah charger semangat dan motivasi, jangan lupa perbaiki shalat dan selalulah berdo’a J
Kelola Dukungan Sosial. Carilah teman yang baik untuk bercerita, teman yang dapat menjaga rahasia. Semoga membantu menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi J
Relaksasi. Sejenaklah berjeda dari segala kesibukan-kesibukan kita, tenangkan diri, tenangkan hati, dan tenangkan pikiran J

# Selamat belajar mengelola stress ya, terkhusus untuk diriku sendiri.
# Intisari tulisan diambil dari salah satu matkul kesehatan mental

Senin, 05 Juni 2017

Menjadi Perempuan #2

02.30 0 Comments

Kadang suka menceritakan sesuatu berulang-ulang, meski sebenarnya sama sekali tidak penting dan tidak ada manfaatnya. Topiknya, saya rasa dimana-mana tak jauh beda.
Seputar do'i-jodoh-nikah-jadi ibu-dan mendidik anak, meski sekedar membayangkan (lha belum nikah sih).
Seputar harga-tempat belanja murah-baju terbaru-make up termanjur, meski sekedar angan (lha sayang uang sih).
Seputar kejadian-kejadian kita yang dialami-atau bahkan juga orang lain hari ini, kemarin, bahkan jauh masa lampau (ini sebenarnya intinya nggosip).
Seputar ingin yang belum sampai-mimpi yang belum tergapai-emosi yang berubah-harapan yang merekah, meski sebatas kata (banyak ngomongnya daripada actionnya, baper-an pula).
Kodrat perempuan? Begitukah? Ya sebenarnya tergantung pribadi masing-masing sih ya, enggak bisa digebyah uyah. Tetapi, sepertinya tetap sebagian besar. Hehe
***
“Bicaralah dalam tiga hal, bicara yang baik, bicara yang memberi manfaat, dan bicara yang mengingatkan pada Allah
Pesan untuk kaum laki-laki, juga kaum perempuan.
~Inspired by Aa Gym~

Minggu, 04 Juni 2017

AKU

23.23 0 Comments

#Pernah suatu hari aku sedang bercakap dengan sahabatku, beliau bilang “baterai laptopku cuma bertahan satu jam”, dan sontak aku bilang “alah punyaku malah cuma …..(lupa, yang jelas kurang dari satu jam)”, seolah-olah hanya ingin menunjukkan bahwa AKU lebih ‘menderita’. Hehe. Sejak itu bermula dan sampai saat ini, beliau masih kerap mengungkit ngingetin hal itu (dengan bercanda). Dalam berhubungan dengan orang lain, ke-AKUan memang sebaiknya dihilangkan lah ya. Bagaimana mau empati atau menghargai, kalau masih AKU melulu?
Cc.Hey Tun

Sabtu, 03 Juni 2017

Parkir

23.14 0 Comments
Bagi kalian mungkin memang sepele, tapi terkadang saya cukup terganggu dengan hal itu.  Yaa, saya kurang mahir untuk urusan parkir memarkir motor (apalagi mobil, pegang kemudipun belum bisa, wkwk). Jadi, saya akan bersyukur ketika pergi enggak sendirian, jadi ada temen saat parkir memarkir. Biasanya juga untuk urusan parkir ini, saya cenderung memilih tempat strategis supaya mudah keluar. Atau kadang malah saya parkir di tempat lain, bukan di tempat tujuan. Yang penting saya nyaman parkirnya, jalan kaki barang sebentar mah tak mengapa. Lebih senang lagi, kalau ada tukang parkir yang membantu. Terimakasih Pak..
Nah, kemarin ini saya mengunjungi sebuah tempat, estimasi dua jam lah paling lama disana. Karena bukan hari kerja, saya pikir aman-aman saja mau parkir dimanapun.  Dan ternyata, tak berselang lama, banyak sekali rombongan orang datang, dan terus berdatangan. Sedang ada acara besar rupanya. Saya langsung kepikiran “Waduh, ini parkiran pasti penuh, motorku paling depan, sebentar lagi saya pulang, gimana mau keluar, tukang parkirpun tak ada”.
Urusan selesai, tidak ada tujuan lain selain pulang. Saya keluar dengan was-was, sambil menenangkan diri dalam hati, bagaimanapun caranya harus bisa keluar. Benar, dari kejauhan sudah nampak tempat parkir penuh sekali dengan motor. Oke, terus saja berjalan, dan ternyataaaa tak disangkaa... barisan motor ada empat, motor saya memang persis berada pada baris paling depan, namun tak ada satupun motor yang berada dibelakangnya. Ya, satu-satunya motor yang sendirian, dan di depan. Cukup mundur, kemudian selesai. Alhamdulillah.

Allah memang Maha Baik

Kamis, 01 Juni 2017

Menjadi Perempuan #1

02.30 0 Comments

Perempuan, dan mengajar. Abaikan urusan mengajar apa. Guru SD, guru TK, guru paud, guru les, guru tpa, guru lembimjar, guru ekskul, dan apapun lainya. Yang pasti mengajar anak-anak. Terkadang bingung menghadapi anak-anak yang tiba-tiba menangis tersebab suatu hal. Berkelahi dengan teman, kecelakaan kecil karena bermain yang kurang hati-hati, sakit, ditinggal orangtuanya pulang, dan banyak sebab-sebab lainnya.
Namun terkadang, justru ada saatnya menunggu moment-moment tersebut. Saat anak menangis terisak lirih. Saat kita datang mengenggam tangannya, menepuk-nepuk pundak dalam pelukan. Saat melihatnya pasrah dalam pangkuan. Saat kita mulai mengusap kepalanya dengan sayang (rasa yang tiba-tiba hadir aja). Saat dia diam, beberapa jenak, menyeka air mata, kemudian tersenyum-lagi, dan sepertinya lupa ia baru saja menangis. Perasaan cinta mendadak hadir.
***
“Guru anak-anak yang hebat itu seperti apa?”
“Yang Sabar”
“Memang benar, sabar sangat dibutuhkan. Tetapi yang terpenting adalah menjadi contoh yang baik
~Inspired by @retnohening dalam bukunya Happy Little Soul~

Jumat, 26 Mei 2017

Teropong Jodoh

06.07 0 Comments

Aku            : “Puasanya serentak ya, nggak ada tanda-tanda bakal beda hari
Mbak Sri   : “Sidang isbat masih nanti malem, teropong hilal teropong hilal”
Aku            : “Hmm
Mbak Sri   : “Siapkan teropong Mbak, teropong. Teropong jodoh..
Aku            : “Sudahlah Mbak, jodoh kita sudah dekat, daripada tahun lalu (tertawa)”
Mbak Sri   : “Weeelhaaa apalagi daripada tujuhbelas tahun lalu”
Aku            : “(Tujuhbelastahunlalukitamasihunyuunyumbaaak)”

“Dan jodoh, ialah Hak prerogative Allah, Dia yang berhak menilai tentang kepantasan. Barangkali kita merasa sudah siap, tetapi menurut Allah ternyata belum. Namun bisajadi kita merasa belum siap, namun menurut Allah ternyata sudah. Teriring ikhtiar terbaik kita, perihal waktu, serahkan saja pada Yang Maha Tahu”
~hancan~


Senin, 10 April 2017

Mengagumimu

03.47 0 Comments

Aku mengagumimu.
Kamu tampan, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang jelita
Kamu kebapakan, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang ke-ibuan
Kamu sederhana, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang apa adanya
Kamu ringan tangan, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang mudah menderma
Kamu fasih bertilawah, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang merdu bermuroja’ah
Kamu susah ditebak, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang mampu menjaga rahasia
Kamu aktivis kampus. Berbakat memimpin, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita pejuang organisasi. Berbakat meng-handle agenda
Kamu tidak anti pekerjaan rumah tangga, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita tangguh yang berhasil membagi waktu dengan karirnya
Kamu jenius dalam perhitungan matematika, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang sibuk berkutat dengan proyek penelitian saintis nya
Kamu jago pidato. Pandai berdiskusi. Hebat dalam berdebat, sama seperti aku juga mengagumi wanita-wanita yang jago presentasi. Pandai bercakap. Lihai dalam berargumen.
Kamu penyair ulung. Rangkaian katanya memikat dan meluluhkan hati, sama seperti aku juga mengagumi perempuan-perempuan yang romantis berpuisi. Rangkaian katanya memperindah imajinasi.
#Kagum? Aku, pernah. Bahkan, sering. Tua-muda, lakilaki-perempuan, sama saja. Ada alasan-alasan untuk tiba-tiba mengaguminya. Kagum saja, dan sementara. Tapi, selamanya aku akan kagum, pada ia, laki-laki yang MENGHARGAI seorang bernama PEREMPUAN.
***
Semoga akan semakin banyak laki-laki di luar sana, dia belajar
“Menjaga kehormatan teman perempuannya, taat dan menghormati ibunya, menyayangi adik perempuannya, memuliakan istrinya, mendidik-melindungi-dan-menjadi teladan yang baik untuk anak perempuannya”.

Rabu, 05 April 2017

13.16 0 Comments
“Sini-sini mari sini. Kita bicara sebentar”. Dan kamu tersenyum
#ngarep.com

Rabu, 29 Maret 2017

19.48 0 Comments
Jama’ah shalat telah berakhir. Satu persatu dari mereka keluar melangkahkan kaki meninggalkan masjid. Menyisakan beberapa yang datang belakangan, silih bergantian.

Satu perempuan belia, berjilbab abu-abu, dengan keramahan dalam tawanya. Bangkit berdiri mengambil mukena-mukena yang berantakan, dirapikan satu-satu, digantung dalam lemari, dan dilipat rapi sisanya.

Beliau. Aku tak mengenalnya, tapi darinya aku belajar, bahwa kesempatan berbuat baik itu, dimanapun kita berada.

Hanya saja –Akankah kau ambil kesempatan itu? Atau kau lewatkan begitu saja?
Source : Pixabay.com



Sabtu, 11 Maret 2017

Boleh?

11.17 0 Comments
Boleh mengeluh. Boleh merajuk. Boleh manja. Boleh merengek meminta. Boleh alay bin lebay. Boleh bercanda. Boleh cemberut. Boleh bermasam muka. Boleh? Boleh-boleh saja, selama sesuai proporsinya -_- Jadilah dewasa, bersikap sewajarnya -_-

Kamis, 09 Maret 2017

Mengeja Semangat

06.10 0 Comments
Ada saatnya, kau seperti dedaun kering, yang tinggal menunggu angin untuk membuatmu terjatuh :)
Ada saatnya, kau tak ada beda dengan kaca yang rentan sekali meretak :)
Ada saatnya, kau sama dengan sebatang lidi yang mudah sekali patah :)

Sebetapa menakutkannya itu, tolong, hadapilah dengan keberanianmu yang penuh tekad :)
Seberapa keras hempasan itu, tolong, bertahanlah dengan kakimu yang berpijak erat :)
Sebetapa beratnya itu, tolong, pikullah dengan pundakmu yang kuat :)

Sungguh, ada bersamamu sahabat-sahabat yang ringan pundaknya untuk kau bagi beban :)
Sungguh, ada bersamamu cerita bahagia yang menantimu di masa depan :)

Tak mengapa, besar kesanggupan selalu melebihi masalah yang digenggamnya :)
Tak mengapa, kemudahan selalu ikut serta di setiap kesulitannya :)

Usahlah kau menyesali, setiap fase perjalanan yang sudah terukir :)
Usahlah kau berpikir, bahwa ini adalah akhir :)
Kau Perlu, Menyayangi Dirimu :)
-----
Barangkali, perjuangan masih akan dan terus berulang hingga tiba di penghujung usia :)
Kecil-besar dan Ringan-beratnya, apapun itu, mari kita lakukan bersama :)
Semoga kelak, menjadi sejarah yang layak terkenang. manis. itu saja :)

#Edisisadardiribetapalemahdanbanyaksalah#
#memotivasi#gonnabeok#hopeeverythingwillbebettersoon#neveralone#

Selasa, 07 Maret 2017

SESEKALI

07.30 0 Comments

Sesekali, tinggalkanlah negeri hai belia bestari, agar kau tahu betapa luasnya bumi, alangkah agung ciptaan Ilahi, betapa beragam manusia ini.

Sesekali, susurilah jalan-jalan sepi, jadilah asing dalam ramai negeri-negeri, jadilah bukan sesiapa kecuali makhluq yang amat berhajat padaNya.

Dalam perjalanan kau kan dicekam keterasingan, dihantui kesunyian. Tetapi di situ kau kan rasa, betapa Dia Penyerta nan setia, selalu mengawasi lagi mendengar doa.

Sesekali, seperti di kebun anggur ‘Utbah serta Syaibah sebakda Thaif yang mengusir gusah, berbisiklah pada Rabb semesta, “Sungguh aku adukan padaMu lemahnya kekuatanku dan sedikitnya daya upayaku.”

Sesekali, jadikan hidup seperti Musa yang dari Mesir ke Madyan dia berlari. Dalam lelah letih lapar terkapar, masih sanggup dia tawarkan bantuan pada dua ukhti. Lalu berserah diri hingga segala karunia menghampiri.

Sesekali, goda-goda akan terjadi seperti Yusuf yang terbuang lalu terbeli. Gelora syahwat merayu-dayu tapi kita memilih lari. Bahkan nikmatnya dosa kalah dari jeruji, hingga tiba kesempatan berbakti.

Maka dalam safarmu, ilmu membanjir selaut biru, pemahamanmu berpijar bagai ledakan bintang berribu-ribu, hidupmu tak henti membaru.

Sesekali… Amat berarti.

Minggu, 05 Maret 2017

KENCAN TERAKHIR*

20.06 1 Comments
"Kalau mengutip ucapan seorang teman, katanya hatinya terbelah-belah. Tapi kalau perasaanku sekarang sedang teriris-iris". Kataku, dengan tangan yang sedikit mengepal .
"Aku terkoyak-koyak Mbak". Imbuhnya
"Aku tersayat-sayat wiiiis". Satunya santai menimpali, dengan senyum. Manis.
Obrolan tanpa tema di suatu sore, diantara kelabu yang kian menebal di atas langit sana, sebelum akhirnya hujan itu luruh, deras. Obrolan yang begitu saja terjadi, saat satu diantara kami bertiga, tinggal menghitung hari untuk menjadi 'genap'.
***
"Mbak itu beneran? (Beneran teriri-iris maksudnya)". Tanyanya, dengan tatapan heran
"Iyaa. Bener. Pokoknya aku sakit hati". Sahutku, dengan ketus
"Aku megerti. Aku juga pernah merasakan kok…".  Sambung satunya, dengan senyum, lagi.
Entahlah, sulit mendefinisikan perasaan perempuan lajang yang hendak ditinggal orang-orang terdekatnya menikah. Bahagia, tapi sesak dalam dada.
***
"Janjimu banyak yang belum tertunaikan". Kataku
"Huuuaaa, apa semuanya?". Jawab satunya, menghela
"Ke masjid Klaten. Kencan di masjid saat maghrib tiba, hingga isya'.  Jadi panitia kalau aku yang nikah, dan banyak lagi". Aku memperjelas
"Aku belum ikhlas sampai kelak kau mencoba merayu suamimu untuk kemudian bertemu mesra menunaikan janji itu (-Meskipun aku tahu, rayuan itu tak kan berbuah hasil, meskipun juga jika berhasil justru aku harus berencana membatalkan-)" Tambahku
Terkadang, ada banyak lagi hal-hal tidak penting menjadi penting untuk tersampaikan. Meskipun sebenarnya, kesemua itu hanyalah bagian dari ugkapan untuk tidak ingin kehilangan.
***
Aku menulis sembari tergugu. Hari ini mungkin menjadi kencan terakhir kita, sebelum statusmu berubah, dan peranmu bertambah. Kamu tentu menyadari bukan? sepanjang hari aku menggerutu tentang pernikahanmu, bukan karena benci, justru sebaliknya, karena kita terikat cinta #ehciiee

Menulis ini sambil mendadak sedu. Tetiba Flashback dalam suasana ramadhan tahun lalu, suatu waktu dalam remang senja di taman masjid kampus UGM, duduk berdua menunggu adzan tiba, menatap hidangan nasi berbungkus kertas coklat itu, berbisik kecil menatap lalu lalang orang-orang, kemudian kita mengudarakan do'a-do'a… #Tidak lagi untuk ramadhan beberapa bulan lagi, sosok disamping kita adalah orang yang berbeda~
to be continued…
~Menunggu halalmu tiba~

*Judul atas request tokoh utama dari catatan ini, diambil dari kisah nyata. heheheh